FPI Jateng -Kaligesing, Purworejo - Dewan Pimpinan Cabang Front Pembela Islam (DPC FPI) Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo turun bergerak membantu keluarga yang viral dan masuk TV karena dampak Corona atau Covid-19 dari China diberitakan hanya bisa makan nasi garam.

Hari ini Jum'at 1 Mei 2020 yang bertepatan dengan Bulan Suci Ramadhan yang kedelapan anggota FPI Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo mendatangi keluarga yang berlokasi di Desa Hardimulyo tersebut https://youtu.be/3Sz4jhU192E


Dengan membawa paket sembako, beras dan uang tunai Bapak Ahmad Nuhrodin mewakili pengurus FPI Kaligesing menyerahkan bantuan dari DPW FPI Purworejo Yang disambut dengan hangat oleh keluarga.

Atas nama Pengurus FPI menyampaikan beribu terimakasih untuk para donatur dan dermawan yang mempercayakan penyaluran infak, zakat dan shodaqoh melalui FPI Purworejo.

Sumber : DPW FPI Purworejo
Kontributor LIF Jawa Tengah
Sebarkan Lewat:

Tambahkan Komentar:

1 comments so far,Add yours

  1. KLARIFIKASI PEMERINTAH DESA HARDIMULYO
    KECAMATAN KALIGESING, KABUPATEN PURWOREJO

    KRONOLOGI :
    1. Pada Hari Rabu tanggal 28 April 2020, Pukul 09.02 WIB, akun atas nama “ Jayus Brow “ memposting materi ke grup BPT ( Berita Purworejo Terbaru),
    2. Akun atas nama tersebut,terkonfirmasi, BENAR merupakan milik salah seorang warga Desa Hardimulyo,Kaligesing atas nama YUSRON, dengan alamat Bonyo, rt 07/03, Hardimulyo,
    3. Pada hari yang sama pula, salah seorang warga memberitahukan dan mengkonfirmasi ke salah satu perangkat desa,bahwa akan ada wartawan dari iNewsJateng.id atas nama JOE HARTOYO akan berkunjung ke rumah pemilik akun tersebut.
    4. Sekira kurang lebih pukul 11.45 WIB, wartawan tersebut benar sudah sampai ke rumah pemilik akun,dan selanjutnya melakukan liputan tentang kondisi fisik rumah dilanjutkan dengan wawancara secara pribadi dengan pemilik rumah yang dalam hal ini terkonfirmasi BENAR pemilik akun tersebut,
    5. Kesimpulan dari wawancara pribadi tersebut muncul beberapa poin yang antara lain:
    a. Pemilik rumah/ pengunggah mengaku kesulitan dalam bertahan hidup disituasi saat ini (Pandemi),
    b. Pengunggah membeberkan kondisi kehidupan si pengunggah a/l. si istri di pecat dari pekerjaannya akibat pandemi, istri menjadi tulang punggung keluarga, pengunggah memiliki penyakit struk selama 7 tahun, pengunggah mempunyai keterbatasan dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari.
    c. Pengunggah memberikan keterangan kepada wartawan bahwa dalam pandemi ini kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah desa (dalam bentuk bantuan ekonomi).
    6. Sekira kurang lebih pukul 12.30 WIB,jajaran pemerintah desa (Kades dan Kadus 3) datang kerumah pengunggah,setelah mendapatkan laporan kedatangan wartawan dari warga.
    7. Wawancara dilanjutkan antara pengunggah disertai Pak Kades dan Pak Kadus, dalam wawancara sesi ini terdapat beberapa poin yang dapat disimpulkan,antara lain:
    a. Pewarta langsung menanyakan tanggapan pemerintah desa (Kades dan Kadus) perihal bantuan ekonomi kepada pengunggah,
    b. Dari pihak pemdes membeberkan bahwa pengunggah, sampai saat ini sudah masuk dalam DTSK/BDT,salah satu anggota rumah tangga pengunggah ( Turilah/nenek pengunggah) juga sudah mendapat BPNT rutin, Pengunggah juga sudah masuk dalam TOPUP bantuan sembako tambahan dari kemensos (realisasi menunggu dari kemensos).
    8. Sesudah penjelasan dari pemdes,si pengunggah sudah menyatakan mengerti dan meminta maaf kepada semua yang hadir, menyadari akan alur yang berjalan dalam bantuan,dan menghapus postingan.
    9. Pada hari kamis tanggal 30 april 2020 pukul 13.46 WIB,muncul berita di portal iNewsJateng.id,dengan judul “Bukannya Sembako, Keluarga Miskin di Purworejo Malah Diberi Masker dan Sabun”
    10. Pada hari kamis tanggal 30 april 2020 kurang lebih pukul 15.00 WIB muncul postingan di akun IG “infopurworejo.com” yang menduplikasi berita di portal iNewsJateng.id,


    KLARIFIKASI DAN PERNYATAAN SIKAP PEMERINTAH DESA HARDIMULYO
    1. PERNYATAAN SIKAP
    Menolak materi/isi dari berita di portal iNewsJateng.id dan akun IG infopurworejo.com,karena bertentangan dengan kenyataan saat wawancara dan riil data yang ada.
    2. KLARIFIKASI
    a. Yusron adalah masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial dengan ID DTKS 330605001700310037,
    b. Yusron juga sebagai penerima Kartu Indonesia Sehat dg no 0002315147xxx,
    c. Yusron juga sudah masuk dalam daftar penerima Sembako /BPNT Covid-19 dari Kementerian Sosial, hanya tinggal menunggu waktu pembukaan rekening saja, Cuma belum gilirannya saja.
    d. Keluarga Yusron bernama Turilah tinggal satu rumah juga mendapatkan PKH dan BPNT reguler.
    e. Istri Yusron atas nama Siti Fatimah BUKAN dipecat karena akibat pandemi tapi karena pulang akan melahirkan,dan sudah dirumah sekitar 1 Tahun, anaknya sekarang umur 9 bulan.
    f. Kondisi anak yang makan dengan garam, didesa kami ada sebagian warga yang mempunyai tradisi memberi makan anak dengan garam atau pisang yang dilembutkan dan dicampur dengan nasi,
    g. Pemberian masker dan sabun merupakan salah satu upaya Pemdes Hardimulyo dalam menanggulangi pandemi C-19,

    ReplyDelete